LGBT menurut Pedoman dan Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa adalah Gangguan Jiwa

LGBT menurut Pedoman dan Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa adalah Gangguan Jiwa

Dalam undang-undang tersebut, terdapat dua pengelompokan, yakni  Orang dengan Masalah Kejiwaan (ODMK)  Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Perbedaannya, ODMK memiliki risiko mengalami gangguan jiwa, sedangkan ODGJ sedang mengalami gangguan jiwa. ODMK bukanlah diagnosis. Itu bisa juga, misalnya orang sedang dalam bencana alam, orang sedang kebanjiran, orang sedang ujian.
Salinan Pedoman dan Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa III yang didapatkan BBC Indonesia menyebut kaum lesbian, gay, dan biseksual masuk dalam klasifikasi perilaku yang berhubungan dengan perkembangan dan orientasi seksual. Namun, pada butir F66 pedoman tersebut dinyatakan, problem juga bisa dialami individu yang heteroseksual. 

  • Dalam pedoman diagnoais yang mengacu pada PPDGJ III (Pedoman dan Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa). 
  • lesbian, gay, biseksual masuk dalam kelompok ODMK
  • Transgender masuk ODGJ yang perlu mendapat terapi

Masuknya kaum lesbian, gay, dan biseksual dalam kelompok ODMK bertujuan mengklasifikasi gangguan psikologis macam apa yang dialami mereka, dan bukan menangani orientasi seksual mereka. Kaum lesbian, gay, dan biseksual masuk kategori Orang dengan Masalah Kejiwaan (ODMK). Kategori itu juga ditempati orang yang sedang dalam bencana alam dan orang sedang ujian.

  • Untuk memahami lesbian, gay, dan biseksual, orientasi seksual bukan menjadi fokus diagnosisnya. 
  • Fokus diagnosis adalah apabila terjadi gangguan psikologis, gangguan perilaku pada kelompok lesbian, gay, dan biseksual. 
  • Gejala perilaku bisa terjadi dari berbagai hal, apakah itu aspek biologi, aspek psikologi, bisa aspek sosialnya. Orientasi seksual justru bukan yang menjadi fokus masalahnya

Penanganan

  • Terapi hanya diberikan kepada seorang yang penyuka sesama jenis untuk mengubah orientasinyamenjadi penyuka lawan jenis.
  • Secara medis profesional, kasus homoseksual ada beberapa spektrum, mengarah tetap homoseksual, ragu-ragu, atau mengarah ke heteroseksual. Apabila dia cenderung mengarah ke heteroseksual, barangkali kami tawarkan, ‘Apakah Anda mau ke sana?’ Tapi, kalau dia memang kuat ke arah homoseksual, maka orientasi seksualnya tidak bisa dilakukan intervensi lebih jauh
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s