Tuntunan Rasulullah Saat Kelahiran Bayi

Tuntunan Rasulullah Saat Kelahiran Bayi

  • Sebelum dimandikan disunahkan mengadzani ditelinga kanan dan diIqomati ditelinga  kiri.Disandarkan pada beberapa hadis antara lain;
  1.   Dari Abi Rofi’ radhiyallahu ‘anhu berkata, “Aku pernah melihat Rasulullah mengadzankan Sayyidina Husain di telinganya pada saat Sayyidina Husain baru dilahirkan oleh Sayyidatuna Fatimah dengan bacaan adzan untuk sholat .” (HR. Ahmad, Abu dawud, Tarmidzi, dishohihkannya).
  2. Dari Abi Rofi’ berkata dia, “Aku pernah melihat Nabi melakukan adzan pada telinga Al Hasan dan Al Husain radhiyallahu ‘anhuma.” (HR. Thabrani)
  3. “Barangsiapa yang kelahiran seorang anak, lalu anaknya diadzankan pada telinganya yang sebelah kanan serta di iqomatkan pada telinga yang kiri, niscaya tidaklah anak tersebut diganggu oleh Ummu Shibyan (HR. Ibnu Sunni, Imam Haitsami  menuliskan riwayat ini pada Majmu’ Az Zawaid, jilid 4,halaman 59). Menurut pensyarah hadis, Ummu Shibyan adalah jin wanita yang selalu mengganggu dan mengikuti anak-anak bayi.

    • dibacakan ayat Innii U`idzuuhaa bika wa dzurriyataha minasyaithonirrojiim (Ali Imron 36) + surat Al Ikhlas +surat al Qodr pada telinga sebelah kanan.Berharap pada Alloh agar selama hidup sianak tidak melakukan zina.
    • Di aqiqohi pada hari ke7 dr kelahiran,jk bayinya laki laki maka menyembelih dua ekor kambing.jk perempuan maka menyembelih 1 ekor kambing. syarat kambing yg digunakan untuk aqiqoh sama dengan syrat kambing yang disembilih untuk korban. jika tidak mampu aqiqoh dengan menyembelih kambing ( Fakir) alangkah baiknya mengikuti  pendapat Ibnu Abbas yang memperbolehkan Aqiqoh dengan menyembelih hewan yang halal,misal ayam,itik atau laenya.(Bughyatul Murtasyiddiin hal 257)
    • Imam Ahmad Bin Hambal Berkata:bayi yang tidak diAqiqohi sedang orang tuanya mampu maka kelak diakhirat tidak diberi Izin oleh Alloh untuk memberikan Syafaat pada kedua orang tuanya. ( I`anatuttolibin Juz II hal 335) jika hari ke 7 blm mampu maka hari ke 14 jk blm mampu mka hari ke 21  jika blm mampu jua tetep mendapatkan kesunahan sampe baligh. dan bila sudah baliqh maka kesunahan pada orang tua udah gugur,tapi bagi sianak yg bersangkutan maka diperkenankan untuk memilih Melaksanakan aqiqoh ataupun tidak.tp lebih baik melaksanakan aqiqoh untuk dirinya sendiri. (keterangan Tausekh hal 272)

      Kesunahan menyembelih aqiqoh ketika matahari terbit /pagi hari.

      • Andai bayi meninggal sebelum usia 7 hari orang tua tetep mendapatkan kesunahan melaksanakan aqiqoh. (keterangan Tausekh hal 272)
      • Mencukur seluruh rambut bayi pada hari ke 7 setelah  diAqiqohi,kemudian shodaqoh emas atau perak  seberat rambut yang dicukur. (Bujairimi Juz I halaman 352 dan I`anatuttolibin Juz II Halaman 339-340)
      • Diberi nama yang baik. Nabi   bersabda:Sesungguhnya kelak Dihari Qiyamat kalian semua akan dipanggil dengan nama nama kalian semua serta nama nama Bapak kalian.maka Buatlah Nama yang baik.(HR.Abu Daud)Adapun Nama yang paling baik adalah Abdulloh lalu Abdurrohman selanjutnya kata “Abdu”yang dirangkai dengn salah satu Asma Alloh,seperti Abduljalal,Abdul Mu`id dll.

      Iklan

      Tinggalkan Balasan

      Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

      Logo WordPress.com

      You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

      Gambar Twitter

      You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

      Foto Facebook

      You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

      Foto Google+

      You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

      Connecting to %s