ISTIHADHOH, Darah Diluar Masa Haid dan Nifas

ISTIHADHOH, Darah Diluar Masa Haid dan Nifas

Definisi istihadloh

  • Yaitu darah yang keluar dari vagina di luar masa-masa haid dan nifas.

Sifat dan warna darah

  • Sebelum membahas istihadloh yang perlu diperhatikan adalah mengetahui kuat dan lemahnya darah. Kuat dan lemahnya darah dipengaruhi oleh warna dan sifat darah sebagai mana berikut:

Warna Darah

  1. Hitam
  2. Merah
  3. Merah kekuning-kuningan
  4. Kuning
  5. Keruh

Sifat darah

  1. Kental
  2. Cair
  3. Berbau busuk/anyir
  4.  Tidak berbau

Untuk menetapkan Hukumnya haid,kita harus tahu sifat-sifatnya darah serta dapat membedakan antara darah kuat dan darah lemah.darah yang dikeluarkan oleh wanita istikhadoh terkadang terbagi dalam 2 tingkatan:

  1. Darah kuat (misal:Hitam-kental-berbau)
  2. darah lemah ( misal:kuning-cair-tidak bau)

Namun adakalanya terbagi dalam 3 tingkatan

  1. Darah kuat (misal:Hitam-kental-berbau)
  2. Darah lemah ( misal:kuning-cair-tidak bau)
  3. Darah lebih lemah (missal; keruh-cair-tidak bau)

Darah kuat adalah darah yang sifat kuatnya lebih banyak dibanding darah lainya (lemah) Warna hitam lebih kuat dibanding warna merah,merah semu  kuning,kuning dst.begitu juga darah merah lebih kuat dibanding darah warna kuning dst.semua diurutkan sesuai urutan yg tertulis diatas.

Darah hitam,kental dan berbau lebih kuat jika dibanding dengn darah
-Merah-kental-berbau
-Merah semu kuning-kental-berbau
-Hitam -kental-tidak bau
-Hitam -cair -berbau dst
Sebab darah hitam-kental-berbau memiliki 3 sifat yang mendorong kearah kuat sedang darah yang lainya hanya memiliki 2 sifat yang mendorong kearah kuat.

Namun jika warna dan sifat yang mendorong kearah kuat jumlahnya sama maka yang dihukumi darah kuat adalah darah yang keluar lebih dahulu.

Contoh:
Keluar darah Hitam,Kental,tidak bau…..7 hari
Keluar darah merah ,kental,berbau…..10 hari
Maka yang dianggp darah kuat adalh yg 7 hari ( keluar lebih dulu)

ISTILAH DARAH KUAT DAN DARAH LEMAH hanya berlaku pada wanita yang mengalami Istikhadoh.sedang wanita yang  mengeluarkan darah TIDAK LEBIH dari 15 hari ( bg haid) dan tidak lebih dari 60 hari ( bagi Nifas) tidak ada istilah hokum darah kuat/lemah tapi SEMUA   DARAH DIHUKUMI HAID/NIFAS.

Pembagian Mustahadloh

Wanita yang mengalami istihadloh terbagi menjadi 7 macam yaitu:

  1. Mubtadi’ah mumayyizah.*Yaitu, wanita yang baru pertama kali mengalami haidl dan darah yang keluar melebihi maksimal haidl (15 hari 15 malam) serta darah dapat dibedakan antara yang kuat dan yang lemah. Bagi mustahadloh ini ketentuan  hukumnya sebagai berikut; “Darah kuat dihukumi haidl. “Darah lemah dihukumi istihadloh.Wanita semacam ini disebut mumayyizah jika memenuhi empat syarat; a.Darah kuat tidak kurang dari 1 hari 1 malam (24 jam).. b.Darah kuat tidak melebihi 15 hari 15 malam. c.Darah lemah tidak kurang dari 15 hari 15 malam (jk darah lemah terletak diantara darah kuat) d.tidak selang seling antara darah kuat dan darah lemah.bila salah satu dari empat syarat di atas tidak terpenuhi maka dia termasuk kategori mubtadi’ah ghoiru mumayyizah yang akan dijelaskan nanti. Contoh 1; Seorang wanita yang belum pernah haidl mengeluarkan darah sebagai berikut: -Darah kuat 5 hari. -Darah lemah 25 hari. Maka 5 hari dihukumi darah haidl dan 25 hari dihukumi istihadloh.Contoh 2: Seorang wanita yang belum pernah haidl mengeluarkan darah sebagai berikut: -Darah kuat 3 hari -Darah lemah 16 hari -Darah kuat 7 hari. Maka darah kuat pertama (3 hari) dan darah kuat kedua (7 hari) dihukumi haidl dan 16 hari darah lemah dihukumi istihadloh.Bagi mubtadi’ah  mumayyizah dalam melaksanakan mandi pada bulan pertama dia harus menanti setelah 15 hari dan  mengqodlo’ sholat yang ditinggalkan pada waktu mengeluarkan darah lemah. Sedangkan pada bulan ke 2 dan selanjutnya jika darah masih keluar, maka  wajib mandi di saat ia telah melihat perpindahan sifat dari darah kuat ke darah lemah dan wajib melakukan sholat dan lain-lain.
  2. Mubtadi’ah Ghoiru Mumayyizah*Yaitu wanita yang baru pertama kali mengalami haid dan darah yang keluar melebihi batas maksimal haidl serta dalam satu warna atau lebih namun tidak memenuhi 4 syarat yang  terdapat dalam mubtadi’ah  mumayyizah. Ketentuan hukumnya adalah sehari semalam awal dihukumi haidl dan selebihnya  dihukumi istihadloh untuk tiap bulannya. Hal ini kalau ia ingat betul kapan mulai mengeluarkan darah. Apabila tidak ingat maka tergolong mustahadloh mutahayyiroh. Untuk bulan pertama mandinya harus menanti 15 hari dan mengqodlo’ sholat selama 14 hari. Untuk bulan kedua setelah sehari semalam langsung mandi dan mengerjakan sholat. Contoh; mengeluarkan darah selama 1 bulan. Semua sifatnya sama, maka yang dihukumi haidl hanya 1 hari 1 malam yang pertama. Dan selebihnya  dihukumi istihadloh.
  3. Mu’tadah Mumayyizah*Yaitu wanita yang sudah pernah haidl dan suci. Kemudian ia mengeluarkan darah melebihi batas maksimal haidl (15 hari 15 malam). Serta darah yang keluar dapat dibedakan antara yang kuat dan lemah dan memenuhi syarat-syarat, mubtadi’ah mumayyizah.Hukum  wanita jenis ini ialah persis sebagaimana mubtadiah mumayyizah. Yaitu darah kuat dihukumi haidl dan darah lemah dihukumi istihadloh, begitu pula  masalah kewajiban mandinya. Contoh; Wanita yang adat haidnya 7 hari mengeluarkan darah selama 27 hari, dengan perincian   Darah kuat 12 hari dan   Darah lemah 15 hari. Maka dia mengalami haidl selama 12 hari dan 15 hari istihadloh. (TIDAK DISAMAKAN ADAT)Namun jika antara darah kuat dan adat, terpisah oleh masa 15 hari  (aqollu at-thuhri), maka darah lemah yang jumlahnya sama dengan kebiasaan haidlnya, serta darah kuat yang keluar setelahnya dihukumi istihadloh. Contoh; wanita yang kebiasaan haidlnya 3 hari, mengeluarkan darah selama 21 hari, dengan perincian; Darah lemah 19 hari Darah kuat 2 hari Maka haidlnya adalah 3 hari pertama, sesuai adatnya, dan 2 hari terakhir. Karena 2 hari itu, keluar setelah darah lemah melewati masa aqollu at-thuhri (15 hari). Sedangkan darah 16 hari di tengah-tengah  dihukumi istihadloh.
  4. Mu’tadah Ghoiru Mumayyizah Dzakiroh Li ’Adaatiha Qodron Wa Waqtan. Yaitu wanita yang sudah pernah haidl dan suci. Kemudian ia mengeluarkan darah melebihi batas maksimal haidl (15 hari 15 malam) dalam satu warna atau lebih satu warna, akan tetapi tidak memenuhi 3 syarat mubtadi’ah mumayyizah. Dan ia ingat  kebiasaan lama dan mulai haidl yang pernah ia alami.Sedangkan ketentuan haidl dan sucinya disesuaikan dengan adatnya.adat yang dijadikan pedoman/ acuan, adalah haid yang terakhir kecuali jika adat haidnya berubah-ubah yang membentuk  aturan. ( atau mencapai satu putaran misal adat haidnya 7-9,7-9)Contoh; Bulan pertama haidl selama 5 hari mulai awal bulan dan suci selama 25 hari.  Kemudian mulai bulan kedua mengalami istihadloh beberapa bulan. Darah kuat dan lemah tidak bisa  dibedakan (dalam satu warna) atau lebih dari satu warna akan tetapi tidak memenuhi 3 syarat  mumayyizah, maka 5 hari pertama dihukumi haidl (mengikuti adatnya), 25 hari dihukumi istihadloh. Begitu pula untuk bulan berikutnya.
  5. Mu’tadah Ghoiru Mumayyizah Nasi’ah Li Adatiha Qodron Wa Waktan*Yaitu wanita yang  sudah pernah haidl dan suci. Kemudian mengeluarkan darah melebihi batas maksimal haidl (15 hari 15 malam). Serta antara darah lemah dan kuat tidak bisa dibedakan (satu warna) atau bisa dibedakan (lebih dari satu warna) akan tetapi tidak memenuhi 3 syarat mumayyizah dan dia lupa kebiasaan dan lama haidl yang pernah dialami.Mustahadloh ini juga dikenal dengan mutahayyiroh/muhayyaroh muhayiroh. Maksudnya ia dalam keadaan kebingungan. Sebab  hari-hari yang ia lalui mungkin haidl dan mungkin suci. Sehingga dihukumi seperti orang haidl dalam  masalah-masalah sebagai berikut;1.Haram istimta’ (Jawa ; ngalap suko/bercumbu) dengan suaminya pada anggota di antara pusar dan lutut.2.Membaca al-Qur’an di luar sholat. (kecuali untuk belajar)3.Menyentuh al-Qur’an. (kecuali untuk belajar yang harus dengn menyentuh). 4.Membawa al-Qur’an. (kecuali untuk belajar yang harus dengn membawa). 5.Diam di dalam masjid selain untuk ibadah yang tidak bisa dikerjakan di luar masjid. 6.Lewat masjid jika khawatir darahnya mengenai masjid.Dan dihukumi sebagaimana orang suci dalam masalah:   a.Sholat fardlu atau sunah.   b.Thowaf fardlu atau sunah.  c.Puasa fardlu atau sunah.d.I’tikaf.   e.Talaq  f.Mandi.Bila sama sekali tidak ingat waktu berhentinya haidl yang pernah ia alami, maka di  wajib mandi setiap akan melakukan ibadah fardlu yang menyaratkan harus suci setelah masuknya  waktu. Dan jika hanya ingat berhentinya saja maka dia wajib mandi ketika itu saja dan untuk selanjutnya cukup wudlu.
  6. Mu’tadah Ghoiru Mumayyizah Dzakiroh Li Adatiha Qodron La Waktan*Yaitu wanita yang sudah pernah haidl dan suci. Kemudian ia mengeluarkan  darah melebihi batas maksimal haidl (15 hari 15  malam).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s