Fiqih Wanita : Keputihan dan Cairan Yang Keluar dari Vagina

Fiqih Wanita : Keputihan dan Cairan Yang Keluar dari Vagina

bab fiqih wanita akan membahas mengenai Keputihan dan Cairan Yang Keluar dari Vagina.

Keputihan wanita

  • Keputihan adalah getah atau cairan yang keluar dari vagina, yang ditimbulkan oleh jamur. Dalam ilmu Kedokteran disebut jamur candida. Kelembaban dan kehangatan vagina, merupakan lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan dan berkembang biaknya jamur. Getah atau cairan yang ditimbulkan keputihan berwarna putih, kental, keruh dan kekuning- kuningan. Biasanya rasanya gatal, membuat vagina meradang dan luka.

Penyebab timbulnya keputihan di antaranya:

  • Menopause. Yaitu masa yang sudah tidak keluar haidl. sebab dengan aktif keluar haidl, ada cairan yang selalu membasahi dinding vagina dan mempertahankan vagina tetap segar dan sehat.
  • Pil penghambat atau penyubur kehamilan. Hal ini disebabkan, pil tersebut mempunyai efek mengurangi ketahanan pelindung vagina dari

infeksi jamur.
  * Efek dari kontrasepsi dari rahim.
  * Stres.
  * Celana yang terbuat dari nilon.
  * Celana ketat.
  * Sabun bubuk pembersih.

Cara pengobatan Keputihan di antaranya:

  • Mendatangi dokter atau klinik khusus.
  • Ramuan-ramuan alami. Seperti merendam + 8 butir bawang putih dalam air cuka selama dua hari sampai minyak bawang terurai. Kemudian ambil satu sendok makan dan campur dengan + setengah liter air.

Gunakan dua hari sekali dalam satu minggu untuk pembersihan vagina.

Perlindungan Diri Dari Keputihan Di antaranya:

  * Memelihara kesejukan daerah genital (sekitar vagina).
  * Menjaga kebersihan.
  * Mencuci pakaian dengan air mendidih tanpa sabun.
  * Menjauhi aktifitas secara berlebihan.

Apakah getah vagina termasuk darah haidl?

  • Dalam kitab fiqh dijelaskan bahwa: haidl adalah darah yang keluar dari urat (otot) yang pintunya terdapat pada penghujung uterus (pangkal rahim) yang mempunyai warna, sifat dan warna khusus. Sedangkan istihadloh adalah darah yang keluar dari urat di bawah uterus (adna al-rohmi) di luar masa haidl.
  • Dengan demikian getah vagina dan keputihan bukanlah darah haidl dan istihadloh, karena keluar dari luar anggota tersebut, yang dalam istilah fiqh disebut ruthubah al-farji (cairan farji) dan hukumnya sebagai berikut:
  1. Bila keluar dari balik liang farji (anggota farji bagian dalam yang tidak terjangkau penis saat bersenggama), maka hukumnya najis dan menyebabkan batalnya wudlu.
  2. Bila keluar dari liang farji (anggota farji yang tidak wajib dibasuh ketika istinja’ dan masih terjangkau penis saat bersenggama), maka hukumnya suci menurut sebagian ulama.
  3. Bila keluar dari luar liang farji (anggota farji yang tampak ketika  jongkok), maka hukumnya suci.

Dengan demikian, karena keputihan dan cairan yang keluar dari farji bukan darah haidl, maka tidak mewajibkan mandi. Namun bila cairan tersebut dihukumi najis (keluar dari dalam tubuh), maka harus disucikan saat mau wudlu dan sholat. Dan jika terus menerus keluar, maka hukumnya seperti istihadloh dan tata cara bersuci serta ibadahnya akan dijelaskan
pada keterangan berikut.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s