Metode Pengobatan Nabi Muhammad SAW

wp-1504738065440.Metode Pengobatan Nabi Muhammad SAW

Dunia pengobatan sejak zaman dahulu selalu berjalan seiring dengan kehidupan umat manusia. Karena sebagai makhluk hidup, manusia amatlah akrab dengan berbagai macam penyakit ringan maupun berat. Keinginan untuk berlepas diri dari segala jenis penyakit itulah yang mendorong manusia untuk berupaya menyingkap berbagai metode pengobatan, mulai dari mengonsumsi berbagai jenis tumbuhan secara tunggal maupun yang sudah terkomposisi, yang diyakini berkhasiat menyembuhkan jenis penyakit tertentu, atau sistem pemijatan, pembekaman hingga operasi dan pembedahan.

Ibnul Qayyim menandaskan bahwa orang-orang dahulu yang makanan dan minumannya berasal dari bahan tunggal (gandum, beras, jus buah dan sejenisnya), ketika terserang penyakit cukup menggunakan obat-obatan yang berasal dari bahan tunggal pula. Madu, telur ayam, daun ketela dan berbagai jenis bahan tunggal lain sudah cukup mengobati berbagai jenis penyakit yang mereka derita. Namun orang-orang sekarang yang sudah banyak mengonsumsi berbagai jenis makanan berkomposisi kimia, menjadi sering terserang penyakit komplikasi yang beragam, sehingga obat-obatan yang diperlukan juga obat-obatan yang berkomposisi kimia berat. Teknologi pengobatan manusia pun semakin disibukkan dengan berbagai penelitian untuk menemukan berbagai formula obat-obatan baru untuk mengatasi berbagai jenis penyakit aneh yang muncul belakangan. Sistem pengobatan dengan pembedahan, sinar ultra violet, sinar-x, pencangkokan dan berbagai metode pengobatan canggih lainnya pun diujicobakan oleh banyak orang.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

  •  “Masing-masing penyakit pasti ada obatnya. Apabila obat sudah me­ngenai penyakit, penyakit itu pasti akan sembuh dengan izin Allah َ. (Diriwayatkan oleh Ahmad dan al-Hakim)

Dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

  •  “Tidaklah Allah menurunkan suatu penyakit, melainkan Dia juga menurun­kan obatnya.(Diriwayatkan oleh an-Nasa`i, Ibnu Majah dan selain keduanya)

wp-1504729910278.Untuk itu seyogianya kaum muslimin menghidupkan kembali kepercayaan terhadap berbagai jenis obat dan pengobatan yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai metode terbaik dalam mengatasi berbagai macam penyakit. Sebut saja di antaranya madu, jintan hitam, air mawar, cuka buah, air zamzam, kurma dan berbagai jenis makanan dan minuman sehat lainnya; atau pengobatan seperti bekam (hampir bisa diserupakan dengan sistem pengobatan akupuntur, pijat refleksi dan sejenisnya), kompres, sistem karantina, ruqyah (pengobatan dengan bacaan al-Qur`an) dan lain-lain.

Namun tentu semua jenis pengobatan dan obat-obatan tersebut hanya terasa khasiatnya jika disertai dengan sugesti dan keyakinan, karena ~seperti yang dinyatakan oleh Ibnul Qayyim~ keyakinan adalah do’a. Apabila pengobatan manusia mengenal istilah placebo (semacam penanaman sugesti lalu memberikan obat netral yang sebenarnya bukan obat dari penyakit yang diderita), maka Islam mengenal istilah do’a dan keyakinan. Dengan pengobatan yang tepat, dosis yang sesuai disertai do’a dan keyakinan, maka tidak ada penyakit yang tidak bisa diobati, kecuali penyakit yang membawa kematian.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s