Gejala dan Penanganan Inkontinensia urin Pada Lanjut Usia

 

wp-1505624101017.

Gejala dan Penanganan Inkontinensia urin Pada Lanjut Usia

Gejala dan Penanganan Inkontinensia urin Pada Lanjut Usia
Inkontinensia urin adalah keluarnya urin yang tidak terkendali sehingga menimbulkan masalah hygiene dan sosial. Inkontinensia urin merupakan masalah yang sering dijumpai pada pasien geriatri dan menimbulkan masalah fisik dan psikososial, seperti dekubitus, jatuh, depresi, dan isolasi sosial.

Inkontinensia urin dapat bersifat akut atau persisten. Inkontensia urin yang akut dapat diobati bila penyakit atau masalah yang mendasarinya diatasi seperti infieksi saluran kemih, gangguan kesadaran,vaginitis atrofik, obat-obatan, masalah psikologik, dan skibala. Inkontensia urin yang persisten biasanya dapat pula dikurangi dengan berbagai modalitas terapi.

Inkontinensia urin persisten dapat dibedakan menjadi:

  • Inkontinensia urin tipe urgensi dicirikan oleh gejala adanya sering berkemih, keinginan berkemih yang tidak tertahankan (urgensi),yang disebabkan oleh overaktivitas otot detrusor karena hilangnya kontrol neurologis atau iritasi lokal
  • Inkontinensia urin tipe stress adalah kegagalan mekanisme sfingter menutup ketika ada peningkatan tekanan intra abdomen mendadak seperti bersin, batuk, mengangkat barang berat dan tertawa
  • Inkontinensia urin tipe overflow dicirikan oleh mengelembungnya kandung kemih melebihi volume yang seharusnya dimiliki kandung kemih, post void residu (PVR) > 100CC

Penyebab reversibel dari inkontientia (DIAPPERS)

  • Delirium or confusion = delirium atau acute confusional state
  • Infection, urinary symptoms = infeksi, gejala traktus urinarius
  • Atrophic genital tract changes (vaginitis or urethritis) = atrofi traktus genitalia (vaginitis atau urethitis)
  • Pharmaceutical agents = obat-obatan atau zat yang menimbulkan efek sering berkemih
  • Psychological factors = faktro psikologi
  • Excess urine production = (exses fluid intake, volume overlood, metabolic such as hyperglycemia or hypercalcemia)= kelebihan produksi urin (konsumsi cairan yang banyak, kondisi overload atau metabolik seperti hiperglikemia atau hiperkalsemia
  • Restricted mobility (chronic illness, injury or restraint) = mobilitas terbatas (penyakit kronis, kecelakaan atau restrain/ diikat)

Stool impaction = skibala

  • Frekuensi, urgensi, nokturia, disuria, hesitancy, pancaran lemah, tanyakan frekuensi miksi, banyaknya kejadian inkontinensia, konsumsi cairan, gejala ginekologis: perdarahan pervaginam, iritasi vagina.

Pemeriksaan Fisik

  • Pemeriksaan neurologis: kesadaran, nervus cranialis, fungsi motorik, reflex spinal, dan fungsi sensorik: pemeriksaan pelvis: inflamasi atau infeksi traktus genitalia dapat meningkatkan sensasi aferen yang menyebabkan iritativa voiding symtomps.

Pemeriksaan Penunjang

  • Urin lengkap dan kultur urin, PVR, kartu catatan berkemih, gula darah, kalsium darah dan urin perineometri, urodynamic study
  • Terapi untuk inkontensia urin tergantung pada penyebab inkontensia urin
  • Untuk inkontinensia urin tipe urgensi dan overactive bladder, diberikan latihan otot dasar panggul, bladder training, schedule toileting, dan obat yang bersifat antimuskarinik (antikolinergik) seperti tolterodin, solifenacin, propiverine atau oksibutinin. Obat antimuskarinik yang dipilih seyogyanya yang bersifat uroselektif
  • Untuk inkontinensia urin tipe stress, latihan otot dasar panggul merupakan pilihan utama, dapat dicoba bladder training dan obat agonis alfa (hati-hati pemberian agonis alfa pada orang lanjut usia)
  • Untuk inkontinensia urin tipe overflow, perlu diatasi penyebabnya. Bila ada sumbatan, perlu diatasi sumbatannya (misalnya hpertrofi prostat)

KOMPLIKASI

  • Inkontensia urin dapat menimbulkan komplikasi infeksi saluran kemih, lecet pada area bokong sampai dengan ulkus dekubitus karena selalu lembab, serta jatuh dan fraktur akibat terpeleset oleh urin yang tercecer.

PROGNOSIS

  • Inkontensia urin tipe stress biasanya dapat dengan latihan otot dasar panggul, prognosis cukup baik
  • Inkontensia urin tipe urgensi atau overactive bladder umumnya dapat diperbaiki dengan obat-obatan golongan antimuskarinik, prognosis cukup baik
  • Inkontensia urin tipe overflow, tergantung pada penyebabnya (misalnya dengan mengatasi sumbatan/retensi urin)

Referensi

  • Botros, Sylvia M. sand, Peter K. Urinary Incontinence. Diunduh pada: http://www. menopausemgmt. com/issues/13-05/MM 13-5_1ncontinence.pdf pada tanggal 28 Mei 2012..
  • Resnick NM. Urinary incontinence in the elderly. Medical Grand Rounds 1984;3:281-90.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s