4 Penyebab Kencing Darah 

4 Penyebab Kencing Darah 

  1. Infeksi Saluran Kemih. Infeksi saluran kemih sering kali disebabkan oleh bakteri E. Coli. Secara umum gejalanya berupa rasa sakit saat buang air kecil, sering buang air kecil, bau urine menyengat dan bisa mengandung darah. Pada wanita, biasanya terasa sakit pada bagian panggul. Sedangkan pada pria, pada bagian rektal atau dubur. Jika infeksi terjadi di uretra, yaitu saluran kencing dari kandung kemih ke anus, Anda akan merasa perih ketika kencing. Sedangkan jika infeksi terjadi di kandung kemih, Anda akan merasakan tidak nyaman pada perut bagian bawah, sering kencing, dan terasa sakit. Wanita berpotensi mengalami infeksi kandung kemihlebih tinggi dibandingkan pria. Ini karena uretra wanita yang lebih pendek daripada pria, sehingga memungkinkan bakteri masuk dari uretra ke kandung kemih. Kondisi yang lebih serius dapat terjadi jika bakteri menginfeksi ginjal. Gejala tambahannya berupa demam tinggi, mual dan muntah, meriang, dan terasa sakit pada punggung bagian samping.
  2. Batu ginjal dapat menghambat saluran kemih, sehingga akibatnya akan mengganggu proses buang air kecil. Batu ini terbentuk dari limbah dalam darah yang mengkristal. Kondisi ini bisa disebabkan oleh kurang minum air putih, mengonsumsi obat-obatan yang berisiko berdampak kepada kandungan urine, atau sedang menjalani kondisi medis tertentu.
  3. Kanker ginjal terjadi ketika terdapat sel yang tumbuh secara tidak terkendali di dalam ginjal. Pemicunya belum dapat dipastikan, tetapi merokok dan obesitas menjadi faktor risiko kondisi ini. Umumnya kanker ginjal dialami oleh orang-orang yang berusia di atas 50 tahun, dalam hal ini laki-laki lebih berpotensi dibandingkan perempuan. Jika Anda memiliki benjolan di area ginjal, rasa sakit yang konstan di bawah rusuk, serta mengalami kencing darah, maka patut dicurigai tentang kemungkinan kanker ginjal. Segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
  4. Prostat. Kelenjar prostat berada di antara penis dan kandung kemih. Pada saat prostat membengkak, kandung kemih dan uretra akan tertekan. Akibatnya, kandung kemih akan terasa penuh, tetapi sulit untuk mengeluarkan urine. Pembengkakan prostat pada umumnya terjadi pada laki-laki berusia di atas 50 tahun. Diyakini, penyebabnya adalah perubahan hormon seiring pertambahan usia. Sementara itu, kanker prostat juga dapat menyebabkan kencing darah. Penyebab kanker prostat secara pasti belum diketahui. Namun, faktor penuaan dan genetika dapat meningkatkan risiko terkena kanker. Gejala kanker prostat, antara lain: Butuh waktu lama untuk mengeluarkan semua urine dalam kandung kemih. Aliran kencing lemah. Setelah selesai berkemih, muncul desakan ingin berkemih lagi, tapi dengan kuantitas urine yang lebih sedikit. Berkemih dengan frekuensi lebih sering. Beberapa tes perlu dilakukan untuk mendiagnosis apakah kencing darah yang dialami diakibatkan oleh kondisi serius tertentu. Tes tersebut, antara lain tes urine, pemeriksaan ultrasonografi, dan tes kadar protein yang diproduksi oleh kelenjar prostat, yaitu Prostate-Specific Antigen (PSA). Makin dini Anda memeriksakan diri, maka penyakit dapat segera ditangani untuk mencegah kondisinya memburuk

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s