Adab Dokter Muslim Kepada Allah, Manusia dan Diri Sendiri

Sifat-sifat atau karakter dokter muslim seperti tersebut di atas juga banyak ditulis oleh ahli lain, antara lain seperti yang dinyatakan oleh Zuhair Ahmad Assi Ba’i dalam buku “Dokter-dokter, Bagaimana Ahlakmu” (Gema Insani Press) atau juga oleh Sahid Athar dalama buku “Islam dan Etika Kedokteran” (PSKI UMY).

Adab Dokter Terhadap Allah Sebagai Pencipta

  • Berima Sebab tanpa iman segala amal saleh sebagai dokter dan tenaga para medis akan hilang sia-sia di mata  Allah.  Dalilnya Surat Al-‘Ashri: “Demi masa, Sesungguhnya manusia selalu dalam kerugian, Selain mereka yang beriman, Dan berbuat amal shaleh, Dan nasehat-nasehati dengan kebenaran,Dan naseha-nasehati dengan kesabaran” (QS. Al-ashr: 1-3)
  • Tulus-ikhlas karena Allah.. “Mereka hanya diperintahkan untuk mengabdikan diri kepada Allah dengan ikhlas, lurus mengerjakan agama, karena Dia. (QS. Al Bayyinah : 5)


Adab Terhadap Diri Sendiri

Berkeyakinan atas Kehormatan Profesi.

Bahwa profesi kedokteran adalah salah satu profesi yang sangat mulia tetapi tergantung dengan dua syarat , yaitu :

  • Dilakukan dengan sungguh sungguh dan penuh kaikhlasan .
  • Menjaga akhlak mulia dalam perilaku dan tindakan tindakannya sebagai dokter .

Seorang dokter diberi amanah untuk menjaga kesehatan yang merupakan karunia Tuhan yang paling berharga bagi manusia, sebagaimana dinyatakan dalam hadist Nabi yang berarti: ”Mohonlah kepada Allah kesehatan, sebab tidak ada sesuatupun yang dianugerahkan kepada hambaNya yang lebih utama dari kesehatan. (HR Ahmad al- Turmudzi , dan Ibn Majah).

      Disamping itu dokter selalu menjadi tumpuan pasien, keluarga, masyarakat, bahkan bangsa. Mengingat kedudukan profesi kedokteran tersebut seharusnya dalam menjalankan profesinya tidak hanya berfikir tentang materi tetapi lebih kepada pengabdian dan perbaikan umat. Keyakinan akan kehormatan profesi tersebut merupakan motivasi untuk memelihara akhlak yang baik dalam hubungannya dengan masyarakat.

 

Berusaha Menjernihkan Jiwa

  • Kejernihan jiwa akan menentukan kualitas perbuatan manusia secara keseluruhan, jika seseorang termasuk dokter hatinya jernih maka perbuatannya akan selalu positif. Hal ini sejalan dengan penegasan Rasulullah yang artinya: ”Ingatlah bahwa tubuh manusia ada segumpal darah yang apabila baik maka seluruh tubuh menjadi baik dan apabila buruk maka seluruh tubuh menjadi buruk, ingatlah atau adalah hati”. (HR Al Bukhari , Muslim, Ahmad, Al Darimi , dan Ibn Majah).

Lebih Mendalam Ilmu yang Dikuasainya

  • Dalam hadist Nabi disebutkan bahwa mencari ilmu merupakan kewajiban sepanjang hidup. Sebagimana diketahui bahwa ilmu pengetahuan itu dari hari ke hari selalu mengalami perkembangan. Karena itu, agar setiap dokter tidak ketinggalan informasi dan ilmu pengetahuan dan lebih mendalami bidang profesinya, maka dituntut untuk selalu belajar. Dalam ajaran Islam sangat ditekankan dalam mengamalkan segala sesuatu agar dilakukan secara professional dan penuh ketelitian . Nabi bersabda : “Sesungguhnya Allah menyukai bila seseorang diantara kalian mengerjakan pekerjaannya dengan teliti”. (HR . Al-Baihaqi)

Menggunakan Metode Ilmiah dalam Berfikir

  • Bagi dokter muslim diharuskan dalam berfikir menggunakan metode ilmiah sesuai dengan kaidah logika ilmiah sebagaimana terjabar dalam disiplin ilmu kedokteran modern . Ajaran Islam sangat menekankan agar berfikir atau merenung terhadap berbagai sebab, tujuannya agar mendapatkan keyakinan yang benar. Diantara anjuran berfikir dengan metode ilmiah , antara lain tersurat dalam firman Allah :Artinya : “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati ( kering ) nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh ( terdapat ) tanda tanda ( keesaan dan kebesaran Allah ) bagi kaum yang memikirkan”. ( QS. Al – Baqarah : 164 )
  • Juga berfirman Allah :Artinya : Katakanlah : “ Perhatikanlah apa yang ada dilangit dan di bumi (QS. Yunus: 101)

Mawas Diri

  • Mengingat tugas dokter melayani masyarakat dan tanggung jawab menyangkut nyawa dan keselamatan seseorang. Mereka sering menjadi sasaran tuduhan, itu disebabkan adanya anggapan masyarakat yang menganggap mereka adalah orang yang paling mengetahui rahasia kehidupan dan kematian. Dengan senantiasa mawas diri, seorang dokter muslim akan sadar atas segala kekurangannya sehingga di masa mendatang akan memperbaikinya, juga akan terhindar dari berbagai sifat tercela lain seperti sombong, riya, angkuh, dan lainnya.
  • Di sanping sifat-sifat di atas, sesuai dengan tuntunan dalam akhlak Islami, khususnya yang berhubungan dengan profesi kedokteran, dokter muslim harus tulus ikhlas karena Allah SWT, penyantun, peramah, sabar, teliti, tegas, patuh pada peraturan, penyimpan rahasia, dan bertanggung jawab, dan lain-lain.

Ikhlas, Penyantun, Ramah, Sabar dan Tenang.

  • Dokter muslim juga harus ikhlas dalam menjalankan pekerjaannya, semua dilakukan sebagai ibadah untuk mencari ridha Allah SWT. Berbuat ikhlas sangat dituntut dalam Islam sebagaimana dinyatakan dalam Al-Qur’an, antara dalam ayat    Artinya : “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah SWT dengan memurnikan keta’atan kepada Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus”. (QS. Al Bayyinat ; 5)
  • Dokter muslim juga dituntut penyantun, ikut merasakan penderitaan orang lain sehingga berkeinginan menolongnya. Dokter muslim juga di tuntut ramah, bergaul dengan luwes dan menyenangkan. Juga di tuntut bersikap sabar, tidak emosional dan lekas marah, tenang, penyantun, ramah, sebagaiaman dianjurkan dalam ayat Al-Qur’an : Artinya : “Maka disebabkan rahmat dari Allah SWT lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu”. (QS.Ali ‘Imran : 159)
  • Dokter muslim dituntut memiliki kesabaran dalam menghadapi segala masalah, tidak emosional dan tidak cepat marah. Sikap sabar sangat dituntut dalam Islam, antara lain disebutkan dalam Al-Qur’an : “Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan”. (QS. Al- Syura : 43)
  • Dokter muslim juga dituntut bersikap tenang, tidak gugup dalam menghadapi segawat apapun. Nabi barsabda yang artinya “Bersikap tenang kamu sekalian” (HR al-Thabrani da al-Baihaqi). Dalam menjalankan profesinya, dokter muslim juga dituntut melakukannya dengan teliti, bersifat hati-hati, cermat dan rapi. Nabi bersabda : “Sesungguhnya Allah SWT menyukai bila seseorang di antara kalian mengerjakan pekerjannya dengan teliti”. (HR. al-Baihaqi)
  • Sikap tegas, tidak ragu-ragu dalam menentukan sikap juga dituntut kepada dokter muslim. Nabi bersabda yang artinya “Jika ada keraguan dalam hatimu, tinggalkanlah itu”. (HR.Ahmad).
  • Banyak peraturan yang mesti ditegakkan oleh dokter muslim, baik yang berhubungan dengan profesi kedokteran, berbangsa dan bernegara, lebih-lebih dalam beragama. Tunduk patuh pada peraturan sangat dianjurkan dalam Islam, sebagaimana anjuran Nabi dari Anas bin Malik, dari Nabi SAW bersabda: “Dengarkanlah dan patuhilah walaupun dijadikan kepala atasmu seorang Habasyi…(HR. Bukhari)
  • Dalam menjalankan pekerjaannya, jika seorang dokter muslim mendapatkan sesuatu yang tidak baik pada pasiennya maka dituntut agar merahasiakannya. Nabi bersabda : “Barang siapa menutupi aurat seorang muslim di dunia maka Allah SWT akan menutupi auratnya di dunia dan akhirat (HR. Ahmad).
  • Dokter muslim juga mesti bertanggung jawab atas segala resiko dan konsekwensi dari profesinya. Allah SWT berfirman :“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, smuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (QS. al –Isra : 36)

Kepentingan Adab dalam Menjalankan Profesi Dokter

  • Adab amat penting dalam kehidupan manusia. Islam amat menuntut umatnya agar sentiasa mempunyai adab-adab yang baik. Islam sebagai agama yang lengkap menggariskan berbagai adab dalam pelbagai kegiatan harian. Dalam perkembangan berkaitan, Dr. Haji Abdullah Siddik (1980) telah mengaitkan adab sebagai satu dasar ‘Ahkam al-Syari’ati’ yaitu salah satu garis panduan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Menurut beliau ‘Ahkam al-Syari’ati’ ialah “tata tertib yang mesti dilakukan oleh umat manusia selama hidup di dunia, satu undang-undang Allah untuk umat manusia, yang sempurna, yang praktis, yang dapat dipakai untuk segala zaman dan yang dapat dilakukan oleh manusia sesuai dengan kemampuan dan keperluannya dalam masalah hidup”.
  • Pada dasarnya, manusia yang dilahirkan ke dunia ini adalah ibarat kain putih yang belum dipolakan. Adab-adab yang telah digariskan dengan dengan terperinci oleh Islam akan menjadi panduan kepada ibu bapa, guru, pemimpin, masyarakat dan individu itu sendiri, termasuk seorang dokter dalam mempolakan warna hidup seseorang insan. Adab memainkan peranan penting dalam menilai buruk dan baik budi seseorang. Sebagai seorang muslim, kita dituntut supaya menuruti adab-adab yang mulia yang telah dianjurkan oleh ajaran Islam. Semua ini adalah bertujuan agar kita menjadi insan yang akan mendapat ganjaran baik di dunia dan di akhirat.
  • Adab-adab yang digariskan oleh Islam termasuklah yang meliputi kehidupan harian, seperti adab berpakaian, adab ke masjid, adab ketika makan, dan sebagainya, maupun adab dalam menjalankan pekerjaan/profesinya, misal adab dokter terhadap pasien dan lingkungannya.
  • Pendek kata adab-adab yang digariskan adalah lengkap dan meliputi keseluruhan aktivitis dan kegiatan harian seseorang individu muslim. Dalam hal ini, dari segi konsepnya termasuklah adab-adab yang bersangkutan dengan kegiatan profesi seorang dokter (dan) muslim. Dokter muslim yang diinginkan Islam adalah dokter yang mampu memberikan keteladanan, unik dan berbeda dari yang lain, tercermin di dalamnya moral, akhlak maupun adab yang Islami. Dokter yang mampu mencapai pada tingkatan tinggi dari ahlak yang mulia dan mampu menterjemahkan ke dalam kehidupan riil dalam bentuk adab dokter adalah merupakan prestasi peradaban yang terbesar.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s